Meme Kita Bersama

Pelajaran ilmu sosial sebetulnya tidak melulu soal kalimat-kalimat panjang yang membosankan. Ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang menarik dan bisa dieksplorasi siswa. Saya agak tidak suka sebuah pandangan yang mengira bahwa ilmu sosial kalah penting dari Ilmu eksakta. Sehingga siswa cenderung lebih menekuni IPA karena meskipun sama-sama tidak menyenangkan IPA bisa dianggap lebih penting.

Kesalahan mungkin ada pada guru yang mengajarkannya, jika ada seorang siswa tertidur dalam waktu dua jam pelajaran di kelas, itu bukan salah siswanya. Kalau sebuah pelajaran hidup, dan bisa menumbuhkan semangat belajar siswa, kelas akan menjadi lebih bergairah. Sebetulnya tidak perlu membuat sebuah aktivitas-aktivitas yang sulit dan berat untuk mempelajari sesuatu.

Cukup melakukan aktivitas yang ringan tapi erat dengan kehidupan mereka. Seperti misalnya membuat meme mengenai pelajaran sejarah. Sesuatu yang biasa mereka lihat di linimasa media sosial, daripada terus scroll dan like milik orang lain, siswa bisa mencoba membuatnya sendiri. Sambil bersenang-senang dan sekaligus berkreasi, sisipkan tugas untuk mengutip quotes dari tokoh besar dan sertakan foto orang tersebut.

Ini beberapa contoh meme karya siswa SMA.

Karya seorang anak yang suka telat
Ini sense of humor anak Indonesia banget dan kelahiran 2000-an
Yoi
Ini karya anak Korea, keren

Aktivitas semacam ini membawa anak ke dalam petualang belajar yang menyenangkan bagi mereka. Ilmu sosial tidak lagi melulu soal ceramah panjang lebar yang membosankan. Selain itu, dalam taksonomi berpikir milik abah Bloom, avktivitas seperti ini masuk ke dalam level kognitif 6, yaitu: Mengkreasikan, atau membuat karya.

Jadi, sekolah memang menyebalkan, jangan siksa lagi anak-anak kita dengan pelajaran yang membosankan. Mari kita ciptakan kecintaan dan kesenangan dalam belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *